Bulan November, Dinsos DKI Selesaikan Laporan Qlue Seratus Persen

Jakarta, Dinas Sosial -- Berdasarkan data laporan aplikasi Qlue Jakarta Smart City pada bulan November, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan laporan warga dengan persentase seratus persen (100%), total ada 123 laporan terkait pengemis, lanjut usia telantar dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang telah diselesaikan.

 

Kondisi tersebut meningkat dibanding bulan sebelumnya, pada bulan Oktober, ada 120 laporan yang harus ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial, namun hanya 115 laporan yang diselesaikan sedangkan 5 laporan lagi masih diproses dan masih menunggu nol laporan.

 

"Terjadi peningkatan jumlah laporan Qlue yang telah diselesaikan karena kami memberikan penghargaan kepada petugas di lapangan," ujar Susy Dwi Harini Kepala Bidang Pengembangan dan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, pada Selasa (6/12).

 

Rini juga mengatakan, khusus pada bulan November lalu, terjadi peningkatan yang cukup signifikan karena semua laporan berhasil diselesaikan oleh petugas. Tidak ada laporan yang masih proses atau menunggu untuk ditindaklanjuti.

 

"Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) kami berjumlah 413 orang yang tersebar di lima wilayah kota, kami memberikan penghargaan berdasarkan wilayah kota, karena semua wilayah kota berhasil menyelesaikan laporannya, maka kami menilainya berdasarkan kecepatan dalam merespon laporan," ungkap Rini.

 

Menurut data yang didapat dari Qlue, petugas P3S Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Timur telah merespon laporan dengan persentase kecepatan waktu mencapai 70 %.

 

"Sedangkan kecepatan waktu merespon laporan warga Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan mencapai 48%, Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Pusat 41,38%, Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Barat 40,91%, dan Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara 38,46%," kata Rini.

 

Ia menjelaskan, tujuan pemberian penghargaan ini sebagai upaya melayani warga DKI, ini juga untuk membangun kepercayaan publik agar ikut bersinergi dengan pemerintah mengatasi permasalahan sosial di DKI Jakarta.

 

"Peran serta warga yang melaporkan keluhannya melalui aplikasi ini bagian dari kebersamaan membangun Jakarta menjadi lebih baik, Jakarta yang nyaman dan aman bagi warganya," imbuh Rini.

 

Selain laporan melalui aplikasi Qlue, sebenarnya warga juga bisa ikut berpastisipasi melalui call center 112, serta media sosial seperti twitter di @DinsosDKI1, facebook di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan instagram di dinas_sosial_jakarta.