Bule ODMK Akhirnya dijemput Keluarganya.

Jakarta, Dinas Sosial -- Theresia warga negara Ceko yang teriak_teriak di depan Hotel Kartika Chandra akhirnya dijemput keluarganya (Minggu, 6-11-2016) setelah pihak Hotel Aryaduta menghubungi keluarganya, Theresia sebelumnya menginap di hotel tersebut beberapa hari tetapi meninggalkan tagihan karena belum membayar, demikian keterangan yang disampaikan Masyudi Kepala Panti PSBI Bangun Daya 1 Kedoya.

 

Sebelumnya diberitakan ada bule yang teriak_teriak di Jl. Gatot Subroto kemudian pihak kepolisian mengontak petugas P3S Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan, kemudian P3S merujuk Theresia ke PSBI Bangun Daya 1 Kedoya, demikian penjelasan Kepala Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mursidin.

 

Menurut Mursidin, sang Bule teriak_teriak di tengah jalan sambil menghadang Bus Trans Jakarta. "Dia meneriakkan kepingin e bankingnya on, butuh uang, butuh tidur di hotel, butuh internet" imbuh Mursidin.

 

Ketika di mobil si Bule tidak mau menyebutkan identitasnya karena takut, menurut keterangan dia, bahwa dia diboongi oleh temen_temennya, tapi ketika didesak temennya siapa, dia tidak bisa menjelaskan, jelas Mursidin.

 

Sepertinya Theresia sudah punya masalah di Bali, berdasarkan info yg diberikan bahwa dia di Bali mengalami masalah dengan temennya sampai terjadi keributan di Cafe sehingga dia pergi ke Jakarta.

Di Gatot Subroto dia menenteng tas besar yang ada talinya kalau dilihat dari luar isinya sepatu tapi isi lainnya tidak bisa diketahui karena di dekap dengan dua tangannya.

 

Sepertinya si Bule depresi berat sehingga semua orang yang ada di sampingnya dicurigai, ada petugas yang bisa bahasa Inggris mau mengajak ngobrol tapi dia tidak mau, katanya dia bukan petugas, giliran petugas panti yang tidak bisa berbahasa Ingris dia bersedia ngorol" jelas Masyudi.

 

Sekarang Theresia dijemput oleh keluarganya akan diajak pulang ke negaranya, tetapi akan dibawa ke dokter untuk mendapat pengobatan agar bisa tenang sehingga di pesawat tidak mengalami hambatan, tutup Masyudi.