Lepas Jeratan Narkotika, Eks Narkoba ini Dirikan Servis Elektro Mandiri

Jakarta, Dinas Sosial -- Sudah 16 tahun Arpan (38) lepas dari jeratan narkotika, dirinya kini sedang fokus mengurus usaha servis elektronik di Jl. Babakan III Serpong, Tangerang. Usaha yang dirintisnya sejak tujuh tahun lalu itu sudah menyewa dua kios dan menggaji seorang pegawai.

 

Arpan menuturkan, dirinya sempat masuk ke jurang narkotika karena pengaruh lingkungan. Akhirnya ia dibawa ke Panti Sosial Pamardi Putra Husnul Khotimah, Serpong, Tangerang untuk direhabilitasi.

"Waktu itu, di samping rehabilitasi, saya diberikan pembinaan keterampilan. Saya ambil pembinaan elektro," tandas Arpan pada Senin (24/10).

 

Di panti itu, lanjutnya, ia diberikan pengenalan komponen elektro. Kebetulan dirinya hobi mengotak-atik barang elektronik. Panti pun memfasilitasinya.

"Selama sekitar enam bulan saya diberikan pembinaan elektro. Saya dikenalin alat-alatnya seperti apa. Saya waktu itu masih awam banget. Setelah pembinaan saya ikut magang," ujar Arpan.

Dalam program magang itu, katanya, ia mendapatkan tempat magang khusus servis elektro. Ia merasa beruntung karena tempat ia magang merupakan tempat servis elektro yang cukup bagus.

 

"Di tempat magang itu, kita praktekin semua yang sudah diberikan dari panti. Ternyata awalnya susah. Magang ini lumayan sulit dan kita butuh lebih banyak belajar lagi," terang Arpan.

Ia melanjutkan, di tempat magang itu ia sempat magang selama 3 bulan. Panti awalnya hanya menginginkan ia magang sebulan. Karena ingin belajar lebih dalam, ia meminta agar ditambah waktu magangnya.

"Tempat magang saya merespon dengan baik. Dari panti juga mendukung. Saya merasa bersyukur karena bisa melakukan pendalaman di tempat servis eletro itu," kata Arpan.

Sampai akhirnya ia mampu bekerja di tempat servis elektro yang menjadi tempat magangnya itu. Setahun kemudian ia mencoba membuka usaha servis elektro sendiri bersama temannya.

 

"Karena modalnya kurang, saya patungan dengan temen saya. Dia usaha jahit saya buka servis. Tapi karena saya orang baru jadi pelanggannya juga jarang. Waktu itu yang penting bisa untuk makan sehari-hari," imbuh Arpan.

Karena kurangnya pemasukan, akhirnya ia menutup usahanya. Setelah itu ia menjadi instruktur di Panti Sosial Pamardi Putra Husnul Khotimah untuk mengumpulkan modal.

 

"Dari situ saya kumpulin modal,  Alhamdulillah buka usaha lagi dan bisa sampai sekarang, yang penting ada keyakinan kalau kita bisa sama hobi sih," kata Arpan.

Sementara itu, Kepala Panti Sosial Pamardi Putra Husnul Khotimah, Yayat Duhayat mengatakan, cukup banyak alumni yang sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya.

"Karena di samping rehabilitasi, kami punya program pembinaan keterampilan, tujuannya ketika mereka selesai masa rehabilitasi, mereka punya pendapatan dan tidak kembali ke narkotika," tandas Yayat.

Ia melanjutkan, saat ini sudah ada 60 orang Warga Binaan Sosial pantinya yang sedang magang di beberapa tempat, ada yang di bengkel motor, mobil, servis eletro dan las, mereka semua tersebar ke beberapa tempat.

 

"Kami bekerjasama dengan pihak bengkel dan servis agar mau menerima mereka magang, Alhamdulillah mereka disambut baik, bahkan ada mereka juga senang," ujar Yayat.

Dengan adanya magang itu katanya, pihaknya akan bisa menilai sejauh mana kemampuan anak-anak binaannya, Pemilik bengkel, instruktur, dan pendamping melakukan penilaian terhadap anak binaan yang sedang magang.

"Program ini cukup efektif, banyak alumni yang sudah berhasil dengan program ini, jadi ketika dikembalikan kepada keluarga nanti, anak-anak binaan ini sudah punya skil keterampilan," kata Yayat.