Melihat Pelayanan Panti, DPRD Banten Kunjungi Panti Sosial

Jakarta, Dinas Sosial -- Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya, Tebet milik Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta mendapat kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Komisi 5 Provinsi Banten, Rabu (2/11), kunjungan tersebut untuk bertukar informasi terkait pelayanan Panti yang ada di DKI.

 

Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Banten, Yoyon Sujana menuturkan, pihaknya sengaja mengunjungi Panti Sosial ini karena menjadi salah satu Panti yang maju di DKI.

 

"Kami ingin mengetahui Panti yang maju seperti ini pelayanan kayak gimana, pembinaan anak-anak Panti itu seperti apa, setelah dibina kemudian penyalurannya bagaimana," kata Yoyo.

 

Kepala Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya, Syaiman mengemukakan di DKI Jakarta semua Panti milik Pemda sudah bagus, pelayanan yang diberikan pun sama.

 

"Yang beda, Panti kami khusus bagi remaja yang bermasalah, baik itu dia karena putus sekolah, anak telantar, anak jalanan, dan anak keluarga miskin, mereka kami bantu karena siapa lagi yang mengurus mereka kalau bukan jadi tanggung jawab pemerintah," tandas Syaiman.

 

Selain itu, katanya, tujuan dari pembinaan yang dilakukan itu agar remaja bermasalah itu memiliki masa depan yang cerah, mereka bisa hidup mandiri dengan memiliki pekerjaan.

 

"Kami di sini berupaya untuk merubah mindset dan perilaku mereka, karena sebelumnya mereka anak-anak yang terbiasa hidup di jalanan, di sini kami biasakan rajin, disiplin, dan sungguh-sungguh," ujar Syaiman.

 

Ia juga menjelaskan, salah satu cara untuk merubah mindset dan perilaku mereka yaitu dengan memberikan pelatihan keterampilan sesuai dengan minat dan bakat mereka.

 

"Jika mereka sudah memiliki minat yang jelas, mereka akan fokus untuk menjadi ahli, mereka akan sungguh-sungguh apalagi jika disertai dengan bakat dan disiplin mereka," imbuh Syaiman.

 

Saat ini, katanya, sudah ada sembilan pelatihan keterampilan yang ada di Pantinya, keterampilan itu merupakan keterampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti servis otomotif, las, menjahit, salon, servis hp, servis AC, tata boga, dan mebel.

 

"Kami tidak ingin anak-anak setelah diberikan pelatihan selama satu tahun ditambah magang di perusahaan dua bulan tapi masih menganggur, kami upayakan mereka bekerja atau wirausaha," kata Syaiman.