SEBANYAK 23 PMKS DI JAKARTA BARAT TERJARING RAZIA GABUNGAN OLEH SUDIN SOS JAK BAR

Jakarta, Dinas Sosial -- Sembilan Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring  razia gabungan oleh Satgas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Barat yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Distrik Militer (Kodim) 0503/Jakarta Barat yang di lakukan pada Jum'at  (8/9/17) malam.

 

Sembilan PSK yang terjaring itu terdiri dari lima wanita dan empat lainnya waria.

 

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Surya mengatakan, para PSK itu terjaring razia saat mangkal di sejumlah titik rawan di Jakarta Barat. Pihaknya menerima banyak laporan terkait prostitusi yang di lakukan oleh para waria dan wanita di lokasi tersebut.

 

"Ada banyak laporan yang masuk. Lalu kita menindak lanjutinya dengan melakukan  razia gabungan," katanya, Sabtu (9/9/2017).

 

Surya melanjutkan, para waria ini sempat berusaha melarikan diri saat hendak diamankan, bahkan ada yang menggigit tangan petugas ketika sudah diamankan, tapi dengan kesigapan petugas usaha waria itu sia-sia.

 

Selain mengamankan para PSK petugas juga mengamankan sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Jalanan seperti gelandangan, pengemis, pengamen dan lain sebagainya yang berjumlah 23 orang.

 

PMKS yang terjaring razia kini sudah kami rujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya Jakarta Barat untuk proses pendataan serta pembinaan, dan pada umumnya para PSK bukan warga DKI Jakarta.

 

Surya berharap setelah nanti mendapatkan pembinaan di Panti Sosial para PMKS yang terjaring ini tidak kembali ke jalanan lagi dan bisa menjalani kehidupan selayaknya di tengah-tengah masyarakat, pungkasnya.

SEBANYAK 23 PMKS DI JAKARTA BARAT TERJARING RAZIA GABUNGAN OLEH SUDIN SOS JAK BAR

 

Sembilan Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring  razia gabungan oleh Satgas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Barat yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Distrik Militer (Kodim) 0503/Jakarta Barat yang di lakukan pada Jum'at  (8/9/17) malam.

 

Sembilan PSK yang terjaring itu terdiri dari lima wanita dan empat lainnya waria.

 

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Surya mengatakan, para PSK itu terjaring razia saat mangkal di sejumlah titik rawan di Jakarta Barat. Pihaknya menerima banyak laporan terkait prostitusi yang di lakukan oleh para waria dan wanita di lokasi tersebut.

 

"Ada banyak laporan yang masuk. Lalu kita menindak lanjutinya dengan melakukan  razia gabungan," katanya, Sabtu (9/9/2017).

 

Surya melanjutkan, para waria ini sempat berusaha melarikan diri saat hendak diamankan, bahkan ada yang menggigit tangan petugas ketika sudah diamankan, tapi dengan kesigapan petugas usaha waria itu sia-sia.

 

Selain mengamankan para PSK petugas juga mengamankan sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Jalanan seperti gelandangan, pengemis, pengamen dan lain sebagainya yang berjumlah 23 orang.

 

PMKS yang terjaring razia kini sudah kami rujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya Jakarta Barat untuk proses pendataan serta pembinaan, dan pada umumnya para PSK bukan warga DKI Jakarta.

 

Surya berharap setelah nanti mendapatkan pembinaan di Panti Sosial para PMKS yang terjaring ini tidak kembali ke jalanan lagi dan bisa menjalani kehidupan selayaknya di tengah-tengah masyarakat, pungkasnya.