Tahun Baru Muharram momentum tingkatkan pelayanan dan keikhlasan mengabdi

Jakarta, Dinas Sosial -- Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta mengadakan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 H di lingkungan pegawai, peringatan itu bersamaan dengan santunan anak yatim yang ada di lingkungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan warga sekitar, sebanyak 20 orang anak yatim diberikan santunan dalam acara peringatan tersebut.

 

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Masrokhan, mengatakan pada Rabu (26/10), peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keikhlasan mengabdi, karena di tahun baru Islam ini merupakan kesempatan untuk menginstropeksi dan mengevaluasi diri.

 

"Dalam kontemplasi kita mengevaluasi untuk lebih baik dalam konteks kinerja dan pelayanan kita, jadi setiap tahun ada hijrah, ada perbaikan, peningkatan dalam hal kualitas keikhlasan dalam pengabdian kita," tandas Masrokhan.

 

Ia melanjutkan, jika sebelumnya barangkali kualitas keikhlasan kita masih setengah, maka tahun ini harus lebih ditingkatkan lagi, ini agar kita semua menjadi manusia yang lebih baik dari tahun ke tahun.

 

"Alhamdulillah juga, Pengurus Pembinaan Rohani Dinas Sosial bisa memberikan santunan anak yatim, semoga ini bisa membuat kita untuk lebih meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak yatim, terlebih anak yatim merupakan anak yang belum beruntung yang memerlukan bantuan," kata Masrokhan.

 

Pemberian santunan katanya, minimal untuk biaya pendidikan mereka, agar mereka diberi kemudahan dalam menjalani masa pendidikan dan menjadi anak-anak yang berguna nanti.

 

Sementara itu, KH. Syamsuddin penceramah dalam acara itu menuturkan, tahun baru ini menjadi langkah awal untuk menjadi lebih baik, sebagaimana yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

 

"Barang siapa yang sekarang lebih baik dari pada sebelumnya, ia termasuk orang beruntung, baransiapa yang sekarang sama dengan yang kemarin, ia termasuk orang merugi, dan barangsiapa yang sekarang lebih buruk dari pada sebelumnya, ia termasuk orang binasa," ujar KH. Syamsuddin.