Dinas Sosial DKI Jakarta mendistribusikan bantuan sosial Hearing Aid atau alat bantu dengar sebanyak 24 unit kepada warga Prasejahtera atau penyandang disabilitas kurang mampu pada tahap Triwulan II 2023.

Dalam hal ini Dinas Sosial DKI bekerjasama dengan sejumlah pihak kolaborator diantaranya yakni Baznas, Saraswati Learning Center dan Yayasan Kursi Roda dan Pusat Persahabatan Asia Indonesia (WAFCAI).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Maria Margaretha menjelaskan pihaknya melakukan pendistribusian alat bantu fisik tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan standard pelayanan minimal sebagaimana tertuang pada Peraturan Menteri Sosial nomor 9 tahun 2018 Tentang standar teknis pelayanan dasar pada standar pelayanan minimal Bidang Sosial di daerah Provinsi dan Kabupaten atau Kota serta Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2022 Tentang pelaksanaan penghormatan pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabiltas.

“ Iya pendistribusian bantuan sosial ini memang sudah menjadi standard pelayanan minimal yang seharusnya dilaksanakan Dinas Sosial. Juga merupakan bagian dari pemenuhan hak bagi mereka penyandang disabilitas agar dapat mandiri, “ ujar Maria.

Lanjut kata dia pada tahap Triwulan dua pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 24 Hearing Aid atau alat bantu dengar dari 316 jumlah alat bantu fisik yang tersedia. Dimulai dari awal Juni lalu hingga akhir 30 Juni 2023, “ kata Tienke sapaan akrabnya.

Sebagaimana diketahui menurut data Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta penyediaan dan pendistribusian alat bantu fisik hingga Periode Triwulan II Subkelompok Urusan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabiltas mencatat jumlah total penyediaan alat bantu fisik sebanyak 608 unit. Terdiri dari 248 kursi roda dewasa, 30 kursi roda anak, 300 Hearing Aid atau alat bantu dengar dan 30 kaki palsu.

Disamping itu ada 33 alat bantu fisik yang berasal dari pemberian Kolaborator yang terdiiri 20 kursi roda anak dari WAFCAI, 8 Hearing Aid atau alat bantu dengar dari BAZNAS dan 5 kursi roda anak dari SLB Saraswati .

Sementara yang telah terdistribusikan sebanyak 77 alat bantu fisik terdiri dari 53 kursi roda dewasa dan 24 Hearing Aid atau alat bantu dengar.

Terpisah salah seorang warga penerima manfaat bantuan sosial alat bantu fisik, Fathonah menambahkan dirinya sangat membutuhkan bantuan alat bantu fisik tersebut bagi keluarga. Karena anaknya yang berusia 7 tahun memiliki gangguan pendengaran di telinga sejak lahir.

Lanjut kata Ibu dari anak lelaki yang bertempat tinggal di Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut mengaku, dengan adanya bantuan sosial dari Dinas Sosial DKI Jakarta sangat terbantu. Terlebih biaya alat bantu dengar yang dibutuhkan harganya cukup mahal.

“Alhamdulillah pelayanan bagus ramah dan termasuk cepat. Terbantu sekali datang langsung dilayani dipasang selesai. Bersyukur juga berterima kasih sudah mendapatkan bantuan Dinsos ini. Karena memang harganya yang cukup mahal, apa lagi tidak tercover BPJS, “ kata Fathonah usai mendapatkan bantuan alat bantu dengar di Kantor Dinsos DKI, Selasa (4/7).

Menurutnya proses untuk pengajuan bantuan sosial alat bantu fisik tersebut juga sangat mudah. Berawal melalui informasi pihak sekolah anaknya hingga diarahkan alur prosedur persyaratannya.

Adapun persyaratan kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi diantaranya, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau Permohonan Model 1 (PM1), Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan KTP dan Pas foto seluruh badan .

Ia berharap setelah mendapatkan bantuan alat bantu fisik tersebut kedepan ada perkembangan bagus bagi kesehatan telinga anaknya. Dan bermanfaat bagi masa depan anak untuk mempermudah bersosialisasi layaknya masyarakat pada umumnya.

Posted in Berita on 10 Jul, 2023